animasi  bergerak gif
Berita Pejuang Islam. Diberdayakan oleh Blogger.
SLIDE POST

PERNYATAAN SIKAP FPI TENTANG PEMILU 2014

Bismillahirohmanirrohiim
Assalamualaikum wr wb

Tahun 2013 adalah tahun politik bagi para politikus dan Partai politik di Indonesia menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden pada tahun 2014 yang akan datang. Sebagai  tahun politik, maka berbagai maneuver dan intrik politik dilakukan oleh para politikus dan Parpol peserta pemilu, yang pada akhirnya merugikan kepentingan umum dan hanya menguntungkan elit politik semata.

Pemilu di Indonesia yang akan diselenggarakan pada Tahun 2014 yang akan datang adalah merupakan sistem pemilihan untuk merekrut para pejabat publik yang berbasiskan pada ideologi dan akidah, sekulerisme dan liberalism.  Ideologi sekulerisme, pluralisme dan liberalism agama sudah di fatwa haram oleh majelis ulama Indonesia melalui fatwa  No. 7/MUNAS/VII/MUI/11/2005.

Mempertimbangkan perkembangan situasi menjelang Pemilu 2014 yang akan datang, maka sebagai Ormas Islam yang peduli terhadap kemaslahatan umat, FPI memandang perlu untuk menyatakan pandangan dan sikap sebagai pencerahan bagi umat Islam Indonesia dalam menghadapi Pemilu 2014.

  1. Bahwa Pemilu yang dikembangkan dan dilaksanakan di Indonesia adalah berbasiskan pada sistem idelogi sekulerisme,  pluralisme dan liberalisme yang merupakan akidah bagi kaum sekuleris dan liberalis. Ideologi  ini merupakan senjata utama dalam perang pemikiran (ghowzul fikr) yang dilancarakan oleh kaum orientalis untuk menggantikan akidah islam sebagai landasan hidup umat manusia.  Melalui sistem ideologi  sekulerisme, pluralisme dan liberalisme inilah kaum kuffar melakukan penjajahan pemikiran, budaya, politik dan ekonomi terhadap umat Islam. Oleh karenanya umat Islam harus melawan dan membebasakan diri  dan bangkit dari penjajahan pemikiran, budaya, politik dan ekonomi ini.  Agar mampu bangkit dan melawan penjajahan tersebut, maka umat Islam WAJIB kembali kepada pemikiran Islam, budaya islam, politik Islam dan ekonomi Islam yang sudah terbukti mampu memberikan kejayaan, izzatul Islam wal Musliin, serta keselamatan dunia akhirat selama lebih dari 1300 tahun sejak masa Rasulullah SAW di Madina, era Khullafa ur Rasyidin, hingga kekhilafaan Umayah, Abassiyah dan Utsmani.
  2. Untuk dapat kembali ke sistem kehidupan Islam, maka umat Islam wajib mengembangkan tsaqofah Islamiyah, sistem ekonomi Islam dan sistem politik Islam yang bersumber dari Al Quran dan As Sunnah. FPI sebagai ormas Islam, akan menjadi pendorong dan penggerak bagi Umat Islam agar kembali kepada sistem kehidupan Islam yang meliputi seluruh aspek kehidupan.
  3.  Salah satu sistem yang memenjarakan umat Islam saat ini adalah sistem demokrasi sebagai produk dari ideologi sekulerisme, pluralisme dan liberalisme, yang menjadikan sekelompok manusia sebagai tuhan baru pembuat hukum yang disembah dan ditaati oleh segolongan manusia lainnya.  Perlu kami tegaskan bahwa Pemilihan Umum yang dijalankan berdasarkan ideologi sepilis, yaitu one man one vote, sehingga suara seoranng pelacur dan peminum khamer sama nilainya dengansuara seorang ulama adalah bertentangan dengan sistem politik Islam yang  berbasiskan SYURA.  Dalam sistem Politik Islam, kepemimpinan umat haruslah berada ditangan ulama Rabbani.
  4. Pemilu 2014 haruslah dipandang sebagai keadaan darurat bagi umat Islam, agar orang-orang yang dipilih untuk menjadi penyelenggara Negara yang memiliki kekuasaan untuk mengatur umat, tidak menimbulkan kemudharatan yang lebih besar bagi umat Islam di Indonesia. Sebagai suatu situasi yang darurat maka Umat Islam TIDAK boleh larut dan terjebak pada kenikmatan sesaat yang ditawarkan oleh demokrasi. Kewajiban umat Islam adalah mengembalikan system pemilihan kepemimpinan yang berbasiskan SYURA.
  5. Agar tidak terjebak dan terperangkap dalam system demokrasi yang dikembangkan oleh kaum sekuleris dan liberalis, maka siapapun dari kalangan umat Islam yang maju menjadi pejabat publik melalui Pemilu 2014, WAJIB memiliki komitmen untuk penegakan syariat Islam dengan kekuasan yang dimilikinya sebagai amanah dari Allah SWT dan dari umat Islam Indonesia yang akan dipertanggung jawabkan di dunia maupun akhirat.
  6. Kepada umat Islam yang akan menjadi pemilih dalam Pemilu 2014 yang akan datang, agar TIDAK menjadi korban penipuan  kaum seklueris dan liberalis maupun Parpol sekuler lainnya, maka umat Islam  yang berkehendak menggunakan hak memilihnya, dianjurkan memilih calon- calon anggota legislatif (DPD, DPR RI, DPRD Propinsi maupun DPRD kota/kabupaten) yang memiliki komitmen penengakkan syariat Islam dari Parpol yang secara tegas berazaskan Islam dan memiliki keberpihakan terhadap umat Islam.

Demikian pernyataan ini kami buat, semoga dapat memberikan arah dan dijadikan dasar pertimbangan bagi umat Islam dalam menghadapi pemilu 2014.

Wassalamualaikum wr wb

Bekasi,  16 Syawal 1434 H / 23 Agustus 2013 M

MUNAS III FPI
Pimpinan Sidang


KH. Drs MISBAHUL ANAM        KH. JA’FAR SHODIQ
Ketua                                             Sekretaris
0

Ketua Dewan Syuro KH. Misbahul Anam Bacakan Hasil Munas FPI ke III

Setelah menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) ke III yang berlangsung dari tanggal 22-24 Agustus 2013 lalu di Asrama Haji kota Bekasi. Para pengurus Front Pembela Islam (FPI) dari seluruh wilayah Indonesia menghasilkan beberapa keputusan penting terkait permasalahan umat Islam dan bangsa Indonesia.

Berikut adalah hasil lengkap Munas FPI ke III yang dibacakan oleh KH. Misbahul Anam (Ketua Dewan Syuro FPI) pada acara puncak Munas FPI di markas mereka jalan Petamburan Jakarta Ahad (25/8/2013) kemarin:

1. Munas telah memilih dengan musyawarah mufakat Al-Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Syihab sebagai Imam Besar FPI seumur hidup.

2. Menerima 4 pilar negara selama ke empat pilar tersebut ditafsirkan dengan Syariat Islam.

3. NKRI adalah harga mati sejangkal tanah pun FPI tidak rela untuk lepas dari pangkuan negeri ini.

4. Menolak diadakannya ajang kontes Miss World digelar di seluruh wilayah Indonesia.

5. Menuntut kepada pemerintah agar segera membubarkan Densus 88.

6. Menolak adanya industri miras (minuman keras) di wilayah kesatuan republik indonesia.

7. Menyerukan kepada seluruh umat Islam Indonesia dan mewajibkan kepada aktivis, pengurus FPI di seluruh Indonesia agar memilih anggota legislatif, DPR RI, DPRD, DPD yang pro Syariat dan haram memilih anggota legislatif, DPR RI, DPRD, DPD serta Capres dan Wacapres pemilu 2014 yang anti Syariat Islam.

8. Mendesak kepada OKI untuk berperan aktif dalam menyelesaikan kasus krisis Mesir dan mengajukan militer mesir ke pengadilan internasional serta masalah umat Islam di seluruh dunia.
1

Pandangan FPI : Indonesia adalah negara Islam, tetapi belum kaffah


Menurut pandangan FPI, Indonesia diakui atau tidak, sebelum merdeka atau setelah merdeka, Indonesia sudah menjadi negara Islam, hanya belum kaffah. Hal tersebut terbukti dari mayoritas penduduk Indonesia muslim, Presiden dan Wakil Presidennya pun muslim hingga saat ini. Demikian yang dikatakan Ustadz Awit dari DPP Front Pembela Islam (FPI) dalam sebuah Tabligh Akbar di Bekasi.

Ustadz Awit juga menambahkan bahwa sebuah negara bisa di hukumi sebagai negara Islam, apabila penduduknya mayoritas Islam, dipimpin oleh orang Islam, penduduk umat Islam tersebut diperbolehkan melaksanakan syarait Islam. Maka negeri tersebut bisa dikatakan seagai negara Islam.

Ustadz Awit mengatakan bahwa hukum Islam itu, terbagi menjadi empat bagian:

  1. Pertama, hukum Allah yang berkaitan dengan individu, seperti puasa, zakat dan haji. Selama ini umat Islam Indonesia tidak dilarang untuk berpuasa, shalat, zakat, haji. Ini  berarti hukum Allah sudah bisa dilaksanakan.

  2. Kedua, hukum-hukum Allah yang berkaitan dengan masalah tatatan rumah tangga, seperti nikah secara Islam, bercerai secara Islam, bagi waris juga tidak dilarang di Indonesia, bahkan pemerintah menyediakan tempatnya, yaitu Pengadilan Agama.
  3. Ketiga, hukum-hukum Allah yang berkaitan dengan masalah sosial dan kemasyarakatan. Dalam hal ini, umat Islam tidak dilarang menyekolahkan putra-putri ke sekolah Islam, bahkan mendirikan sekolah Islam pun tidak dilarang, termasuk menabung dan mendirikan bank syariah juga tidak dilarang.

Ustadz Awit menilai bahwa yang belum dilaksanakan umat Islam dindonesia saat ini adalah hukum-hukum Allah yang berkaitan dengan kekuasaan atau Daulah Islamiyah.

Jadi, umat Islam Indonesia sudah 75 persen melaksanakan syariat Islam, tinggal 25 persen hukum Allah yang belum diterapkan, yakni merebut kekuasaan untuk menjadikan Indonesia sebagai Daulah Islamiyah. “Inilah PR umat Islam yang harus terus diperjuangkan. Karena itu kita harus siap merebutnya,” ujar Ustadz Awit.

Ustadz Awit sangat menyayangkan, jika nasib bangsa Indonesia yang mayoritas umat Islam ini, seperti tikus yang mati di lumbung padi. Kekayaan alam di republik ini, habis dikeruk oleh asing. Ia menilai bahwa semua itu terjadi karena Indonesia tidak punya Undang-undang yang mengatur untuk menghentikan hal ini. Kalau sudah ada UU yang mengaturnya, orang kafir tidak bisa seenaknya mengeruk kekayaan alam Indonesia.

Tak kalah parahnya adalah korupsi di negeri ini makin bertambah mengingat sanksi hukum yang dikenakan lemah dan masih menggunakan hukum Belanda. Giliran rakyat kecil, dipenjara dengan hukuman yang seberat-beratnya. Kalau saja, sanksi hukum untuk koruptor diterapkan hukum potong tangan, pasti akan ada efek jeranya.

“FPI bahkan sudah meminta DPR untuk menerapkan hukum  potong tangan bagi koruptor di Indonesia. Tapi pejabat kita menolak hukum itu. Namun demikian, FPI cukup lega dengan munculnya perda-perda syariah di berbagai daerah, sehingga orang-orang sekuler merasa tidak nyaman,” tukas Ustadz Awit kecewa.

NII GADUNGAN

Terkait tentang bahasan daulah Islam, Ustadz Awit menjelaskan bahwa dukungan umat Islam terhadap penerapan syariat Islam sendiri sesungguhnya cukup besar. Sejarah mencatat, pada 7 Agustus 1949,  Kartosuwiryo membentuk DI/TII, dimana ketika itu sudah mendapat dukungan dari umat Islam di Indonesia, terbukti di Sulawesi ada Kahar Muzakar, di Sumatera ada Daud Beureuh.
Namun dalam pelaksanaannya, NII Kartosuwiryo dicoreng citranya oleh intelijen yang  mengatasnamakan NII. Kemudian muncullah NII gadungan, yang kerjaannya merampok, memeras, memperkosa, membunuh kiai dan membakar rumah warga. Akhirnya NII yang asli diopinikan sebagai perampok dan pengganggu masyarakat. Kartosurwiryo pun dipagar betis dan gugur.
Belakangan, diopinikan lagi oleh NII KW IX (bukan NII nya Kartosuwiryo), tapi NII buatan intelijen, yang tujuannya untuk merontokan NII Kartosuwiryo.

Isu NII dikeluarkan untuk menghambat gerak ormas dan aktivis Islam yang bersatu padu untuk menerapkan syariat Islam. Lalu dibuatlah opini yang menyesatkan, kalau bikin  negara Islam, maka akan diajarkan merampok dan menipu, seperti itu intelijen merusak citra NII Kartosuwiryo yang didukung oleh umat Islam.” Ujar Ustadz Awit.

Dengan pemahaman Islam yang benar dan menyeluruh akan terlihat bahwa Islam tidak pernah mengajarkan merampok, menipu, memutuskan silaturahim. Yang ada malah sebaliknya.
Islam melarang perampokan, mencuri, dan diwajibkan untuk terus memelihara silaturrahim. Apa yang dilakukan intelijen bada dasarnya adalah upaya untuk menohok dan menjelekkan gerak aktivis Islam agar berhenti menerapkan syariat Islam.
0

Netanyahu Geram Dikatakan Zionisme Adalah Kejahatan Kemanusiaan Oleh Turki

WartaNews, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sangat marah kepada Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, untuk yang menggambarkan Zionisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Saya sangat mengutuk perbandingan menarik perdana menteri Turki antara Zionisme dan fasisme," kata Netanyahu, dan menambahkan, "Saya telah berpikir bahwa komentar gelap dan mencemarkan nama tersebut adalah sesuatu dari masa lalu."

Dia membuat pernyataan dalam menanggapi pidato Erdogan pada sesi pembukaan Forum Aliansi Peradaban Kelima di ibukota Austria Wina, di mana ia berkata, "Sama seperti Zionisme, anti-Semitisme dan fasisme, menjadi tidak dapat dihindari bahwa Islamophobia harus dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan."

Perdana menteri Turki lebih lanjut mencela rasisme meningkat di Eropa sebagai masalah serius bagi Proyek Aliansi Peradaban.

Pengembangan datang ketika, Turki memutuskan semua hubungan dengan Israel atas pembunuhan 2010 dari sembilan aktivis Turki pada armada bantuan menuju Gaza, pengaturan permintaan maaf resmi, membayar kompensasi kepada keluarga para korban dan mengakhiri blokade Jalur Gaza sebagai prasyarat untuk normalisasi hubungan dengan rezim Israel.

Sementara itu, surat kabar Radikal Turki mengatakan baru-baru ini bahwa pertemuan rahasia telah diadakan antara pejabat Israel - Turki, dan Israel akan meminta maaf atas kesalahan operasional dalam serangan fatal.

Israel juga telah menyatakan siap untuk memenuhi kondisi kedua, penawaran kompensasi, kata laporan itu, yang menambahkan bahwa Turki telah memutuskan untuk mengabaikan kondisi ketiga.
0

Kebiadaban Perdana Menteri iIsrael Benjamin Netanyahu Atas Warga Palestina


GAZA-(IDB): Serangan udara Israel menewaskan dua orang di Jalur Gaza, Ahad, kata para dokter, sehari setelah para pejuang Palestina mengatakan bahwa mereka akan meredakan ketegangan bilamana Israel berbuat serupa.

"Dua warga Palestina tewas dan seorang lainnya cedera Ahad pagi akibat serangan udara Israel terhadap sasaran-sasaran di timur Jabaliya," kata Adham Abu Senmya, juru bicara badan urusan darurat Gaza.

Militer tidak dapat segera dihubungi untuk diminta komentar mengenai berita itu.

Pada Sabtu, setelah seminggu bentrokan berdarah dengan Israel yang menewaskan delapan warga Palestina, para pejuang yang dipimpin para penguasa Hamas di Gaza bertemu dan mengumumkan mereka ingin memulihkan ketenangan di wilayah pantai itu.

Pejabat Hamas, Ismail Radwan, mengemukakan kepada wartawan setelah pertemuan dua jam dengan Jihad Islam dan faksi-faksi lainnya bahwa: "Kami berjanji untuk menjaga ketenangan selama penjajah (Israel) juga melakukan hal yang sama."

Tidak ada reaksi segera dari Israel menyangkut pernyataan para pejuang itu, tetapi kabinet akan bersidang Ahad siang ini.

Akan tetapi, pada Jumat lalu, Perdana Menter iIsrael, Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel siap bertindak dengan "kekuatan besar" untuk menanggapi serangan roket dan mortir, yang memicu pembalasan dari Israel.

Netanyahu mengatakan, Israel telah jadi "sasaran-sasaran aksi-aksi teror dan serangan-serangan roket" dan "kami siap bertindak dengan kekuatan besar dan tekad bulat untuk menghentikannya."

Setelah pertemuan pada Sabtu di Gaza City, Khader Habib, seorang pemimpin Jihad Islam mengemukakan kepada AFP bahwa "semua pihak menegaskan bahwa mereka menghormati konsensus nasional dengan menciptakan ketenangan dengan Zionis itu."

Tetapi ia mengatakan ini "tergantung pada tindak tanduk Israel, dan kami menegaskan tentang perlunya tanggapan segera setiap peningkatan ketegangan oleh penjajah itu."

Dan Osama al Haj Ahmed, seorang pemimpin Front Rakyat mengatakan "faksi-faksi menegaskan komitmen mereka pada konsensus nasional untuk tidak memberikan para agresor dalih" untuk menyerang.


Pada hari Rabu, Hamas telah berjanji akan memulihkan ketenangan di wilayah pantai itu.

Juru bicara Taher al Nunu mengatakan "Kami akan berusaha memulihkan kondisi lapangan yang normal dalam beberapa minggu belakangan ini."

Ia mengacu pada gencatan senjata defakto yang dilanggar 16 Maret, ketika serangan udara Israel menewaskan dua pejuang Hamas di Gaza.

Persis sebelum pertemuan di Gaza dimulai, militer Israel mengatakan, satu roket yang ditembakkan dari Gaza ke kota Sderot, Israel tidak menimbulkan korban dan kerusakan properti.

Dan para pejuang Gaza menembakkan dua roket ke Israel Jumat malam, dengan satu merusak sebuah rumah yang menurut media Israel delapan orang sedang tidur di tempat itu tidak mengalami cedera.

Ketika mengunjungi lokasi itu, komandan militer wilayah selatan Israel Mayjen Tal Pisso mengatakan tampaknya Hamas tidak dapat memberlakukan ketenangan di Gaza.

Menteri Pertahanan Ehud Barak mengunjungi perbatasan Gaza, Jumat dengan panglima militer Letjen Benny Gantz mengatakan situasi kembali tenang di daerah itu.

Dan mengisyaratkan jika serangan-serangan dihentikan, Israel juga akan menghentikan serangan ke Gaza.

Di Israel, pekan lalu Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates mengatakan Washington mendukung penuh hak Israel untuk menanggapi serangan roket dan serangan bom di sebuah bus di Jerusalem Rabu yang ia sebut sebagai "aksi-aksi yang menjijikkan."

Para pemimpin Israel tampaknya enggan terseret dalam perang berdarah lainnya dengan Hamas, terutama karena mereka tidak mendapat dukungan internasional bagi setiap serangan baru terhadap Gaza.
0

Diangkat Jadi Ketua Umum FPI, Habib Muchsin Ucapkan Innalillahi

Ketua Umum FPI, Habib Muchsin Alatas (kedua dari kiri) beserta jajaran pengurus DPP FPI saat musyawarah nasional 2013 di Bekasi


Jakarta (SI Online) - Habib Muchsin Al Aththas resmi diangkat menjadi Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) menggantikan Habib Rizieq Syihab yang sebelumnya sudah diangkat menjadi Imam Besar FPI melalui musyawarah nasional di Bekasi beberapa waktu lalu.

Ketua umum yang baru beserta jajaran pimpinan pusat FPI dilantik tadi malam, Rabu (6/11/2013) di Masjid Al Islah, Petamburan, Jakarta Pusat. Habib Muchsin mengatakan jabatannya saat ini merupakan amanah yang berat.

"Saya mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, dua hari saya tidak bisa tidur karena saya khawatir tidak bisa menjalankan tugas ini. Tapi karena ini sudah keputusan musyawarah, saya samina waatho'na (saya dengar, saya ikuti)," ujar Habib Muhcsin dalam pengajian bulanan FPI.

Menurut Habib Muchsin, jabatan adalah ujian yang bisa menjadi musibah, jika jabatan itu menjadi impian berati itu sudah pertanda tidak baik.

"Kita harus lestarikan bahwa jabatan itu musibah, jika jabatan itu impian apalagi ada kecurangan seperti money politik maka menjadi pertanda kehancuran negara," ujarnya.

Habib Muchsin kemudian mencontohkan kisah sahabat nabi Abu Dzar al Ghifari yang meminta jabatan.

"Abu Dzar al Ghifari, adalah sahabat yang meminta jabatan kepada Rasulullah Saw. Namun Rasul menolaknya karena menganggap Abu Dzar itu lemah. Rasul mengatakan: Wahai Abu Dzar, kamu ini lemah (untuk memegang jabatan) padahal jabatan merupakan amanah. Pada hari kiamat ia adalah kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi siapa yang mengambilnya dengan haq dan melaksanakan tugas dengan benar," demikian cerita Habib Muchsin.

0

Ulama NU Jember Geruduk Diskotik


 Jember (beritajatim.com) - Sejumlah ulama menggeruduk sebuah diskotik di kompleks pertokoan Gajah Mada Square, Jalan Gajah Mada, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (8/11/2013) sore. Mereka menuntut agar tempat hiburan itu ditutup karena dinilai menjadi tempak maksiat.

Para ulama itu datang dengan didampingi anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Jember Khoirul Hadi. Mereka langsung ditemui oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor Jember Komisaris Cecep Susatya yang berjaga. Polisi mengantisipasi terjadinya bentrokan antara santri yang mengikuti ulama dengan para penjaga diskotik.

Ada dua tempat dalam satu kompleks yang disasar para ulama, yakni diskotik dan rumah karaoke. Ulama dan perwakilan warga sekitar berang, karena dua tempat itu berdekatan dengan dua masjid dan makam tokoh Nahdliyyin KH Achmad Shiddiq.

"Kiai Achmad Mursyid (salah satu ulama NU saat masih hidup) menangis melihat di antara dua masjid ada tempat maksiat," seru Kiai Iqbal, seorang ulama.

"Kami tak hendak melawan polisi. Kami hanya ingin menegakkan amar ma'ruf nahi munkar (mencegah kejahatan dan mengajak kebaikan)," tambah KH Abdul Hamid Hasbullah. Para perwakilan ulama akhirnya bersedia bertemu dengan perwakilan pengelola diskotik dan karaoke di salah satu cafe yang dikosongkan.

0

Kisah Habib Muhsin dan saatnya Ummat Bersatu

Desa kelahiran Habib Muhsin berdekatan dengan Desa Mangli, Magelang, Jawa Tengah, yang terkenal dengan ketokohan Kiai Hasan Asy’ari, atau termasyhur dengan Mbah Mangli. Seminggu sekali, di waktu kecilnya itu, tiap Ahad pagi ia bersama ayahnya menghadiri pengajian Kiai Mangli. Perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki sekitar lima sampai enam kilometer, karenanya sebelum subuh ia harus sudah berangkat. Ribuan orang hadir saat itu. Suasana ruhaniyah di majelis yang bertempat di areal pegunungan yang tinggi itu sangat terasa indah baginya.

Putra kelima dari enam saudara sekandung putra pasangan Ibu Zahriyah dan Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas ini menamatkan pendidikan enam jenjang kelasnya di Gontor selama lima tahun. Lepas dari Gontor, ia ikut mengajar pada salah satu madrasah di kampung kelahirannya, yang didirikan salah seorang pamannya dari ibu, yang lulusan Madinah.

Semangat belajarnya yang ingin meneruskan pelajaran hingga ke Timur Tengah membawa langkah kakinya hingga ia berangkat ke Jakarta untuk mencari beasiswa kuliah di sana. “Di sela-sela usaha saya ingin mendapatkan beasiswa dari King Saud University Riyadh, saya pun mengambil diploma satu pengajaran bahasa Arab di LIPIA selama satu tahun. Setelah itu barulah saya mendapat panggilan dari Arab Saudi, sekitar akhir 1989 atau awal 1990.”

Di sana pendidikan ia jalani selama lima tahun, setahun pertama untuk mengikuti matrikulasi persamaan kurikulum sebelum efektif masuk kuliah di Fakultas Pendidikan jurusan Agama Islam.

Universitas di Riyadh ini merupakan perguruan tinggi yang umum, tidak sebagaimana di Universitas Islamiyah di Madinah, yang cenderung doktriner ala paham Wahabi. Sehingga justru ketika mengambil penjurusan, mahasiswa dipersilakan untuk memilih kajian berbagai madzhab yang ada di dunia Islam. Karenanya, saat mengambil mata kuliah ushul fiqh, misalnya, ia memilih kelas Dr. Husein Turturi asal Palestina, yang bermadzhab Syafi’i.

Di akhir perbincangan dengan alKisah, Habib Muhsin menyampaikan sejumlah harapannya seputar dunia dakwah saat ini.

“Saya kira, kini sudah saatnya umat Islam, terutama para tokohnya, merapatkan barisan demi persatuan umat yang kokoh. Umat harus diajak berpikir cerdas untuk dapat memilah perbedaan-perbedaan, mana yang prinsip dan mana yang tidak prinsip. Di sinilah peran para tokohnya agar dapat berlapang dada dalam menerima berbagai perbedaan dan memberikan edukasi yang tepat di tengah masyarakat tentang perbedaan yang prinsip dan tidak prinsip dan menjadi teladan dalam mempersatukan umat. Tak jarang, karena masalah-masalah furu’ (cabang), yang tidak prinsip, kita bertikai.”

Dalam kaitannya dengan dakwah di lingkungan habaib, para dzuriyah Rasulullah SAW, ia menuturkan, para ajdad (leluhur) mendapat penghormatan sedemikian rupa di tengah masyarakat Nusantara, bahkan dunia, bukan karena mereka memintanya, tapi karena keluhuran akhlaqnya, ketinggian ilmunya, bakti ikhlasnya di tengah umat. “Ketika ada kebencian kepada habaib, jangan mudah menyalahkan. Hendaknya kita introspeksi, mungkin ini karena kita tidak lagi menapaktilasi jalan akhlaq, jalan ilmu, jalan khidmahnya habaib tempo dulu,” ujarnya.

“Habaib tempo dulu itu berperilaku dengan akhlaq yang mengesankan semua pihak. Namun perlu diingat, perjuangan dalam dakwah itu dijalani dengan halnya, sesuai dengan kondisinya. Sekarang, misalnya, kezhaliman sudah merajalela di mana-mana, apa kita harus berdiam diri terus menyikapi itu semua? Bukankah tak sedikit pula tokoh habaib di Hadhramaut terdahulu yang pernah masuk penjara, apa lalu itu disalahkan? Tidak, mereka masuk penjara justru karena menyuarakan yang haq. Jadi, cara kita berjuang itu tergantung situasinya,” katanya.

“Ada sebuah kaidah yang mengatakan almuhafazhatu bil qadimishshalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, kita melestarikan hal-hal baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik. Kaidah ini juga kita terapkan dalam perjuangan dakwah kita,” katanya memungkasi wawancara dengan alKisah.

Kini, selain menjabat ketua bidang dakwah DPP FPI, penasihat MUI kota Depok Komisi Kerukunan Umat, ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) kota Depok, presiden Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (LAKI P45), ia juga aktif membina sejumlah majelis ta’lim di beberapa tempat, seperti Majelis Ta’lim, Dzikir, dan Shalawat Baabul Khoiroot Lilmuhibbina, Kampung Bojong, Kemang, Bogor, yang saat ini tengah dirintis dan dibinanya secara langsung.

0
animasi  bergerak gif

Recent Post

Category Berita Pejuang Islam »

Arsip Blog

Berita Pejuang Islam

 
Support : Fans Pages | Berita FPI | Admin
Copyright © 2011. Berita FPI - All Rights Reserved
Blog ini dipersembahkan oleh MAS
Proudly powered by Blogger